Beda Dengan Jokowi, Menhub: Mudik dan Pulang Kampung Sama, Jangan Buat Itu Dikotomi

Presiden Jokowi Bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi
Presiden Jokowi Bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTAMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Komisi V DPR berdebat soal definisi pulang kampung dan mudik. Hal ini terjadi dalam rapat kerja virtual membahas mudik Lebaran 2020.

Beberapa anggota Komisi V DPR meminta penjelasan kepada pemerintah apa bedanya pulang kampung dan mudik. Salah satunya adalah Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz dari Fraksi PKB, Neng mempertanyakan apa bedanya pulang kampung dan mudik dalam pengawasannya di lapangan.

“Ada perbedaan pandangan mudik dan pulang kampung. Ini perlu dijelaskan penanganan di lapangannya bagaimana,” kata Neng.

Budi Karya menjelaskan, dalam rapat kabinet, Presiden Jokowi telah menegaskan masyarakat tidak boleh mudik. Sehingga diharapkan tak ada lagi perbedaan makna antara mudik dan pulang kampung.

“Mudik dan pulang kampung itu sama dan sebangun. Jangan buat itu dikotomi. Jadi enggak ada perbedaan,” kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi V secara virtual, Rabu (6/5). 

“Berulang-ulang di sidang kabinet (ditegaskan) jangan pulang kampung, jangan mudik. Jangan menginterpretasikan satu bahasa dengan bahasa lain sehingga membahasakan orang bisa pulang,” tegasnya lagi.

Baca Juga : Sempat Dilarang, Menhub Izinkan Lagi Transportasi Beroperasi ke Luar Daerah di Tengah Larangan Mudik

Najwa Shihab bertanya kepada Jokowi Di acara Mata Najwa, apakah mudik itu dilarang atau tidak karena sudah banyak orang yang mudik sampai saat ini. Jokowi lantas menjawab.

“Kalau itu bukan mudik, itu namanya pulang kampung. Memang bekerja di Jabodetabek, di sini sudah tidak ada pekerjaan, ya mereka pulang. Karena anak istrinya ada di kampung,” ujar Jokowi dalam wawancara eksklusif di acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu (22/4) tadi malam.

Menurut Jokowi, pulang kampung berbeda dengan mudik. Jokowi mengatakan mudik dilakukan saat menjelang Hari Raya Idul Fitri. Namun ‘pulang kampung’ tidak terbatas pada momen Lebaran.

“Ya kalau mudik itu di hari Lebaran-nya, beda, untuk merayakan Idul Fitri. Kalau yang namanya pulang kampung itu bekerja di Jakarta, tetapi anak-istrinya ada di kampung,” kata Jokowi.

Baca Juga : Pernyataan Presiden dan Menteri Berbeda Soal Larangan Mudik, Membuat Masayarakat Bingung

Budi Karya kembali menjelaskan ada beberapa sektor yang dikecualikan untuk bisa berpergian, di antaranya adalah pejabat negara, kedutaan, hingga aparat penegak hukum. Namun, tetap diatur dengan harus menyertakan surat rekomendasi atau surat tugas dari instansi terkait.

“Selain itu, dimungkinkan kepada orang-orang berkebutuhan khusus sebagai contoh ada orang tua yang sakit, anak akan menikah, atau di Jakarta saat ini ada kurang lebih 10 ribu pegawai musiman enggak bisa bekerja di jakarta. Bisa diberikan rekomendasi, jadi kami siapkan untuk pulang,” jelasnya. 

Sehingga, Budi Karya sekali lagi menegaskan masyarakat tidak boleh mudik. Namun, ada pengecualian untuk masyarakat yang bekerja di sektor-sektor tertentu.

“Sekali lagi tolong dibantu enggak ada mudik, enggak ada pulang kampung. Kalau pekerja boleh,” pungkasnya.

Baca Juga : Kebijakan Aneh, Mudik Dilarang – TKA Selamat Datang, Rakyat Dilarang Berkerumun – Bagi Sembako Di Jalan

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

Yuk Hidup Sehat, Cara Mengobati Penyakit Tipes :

About admin

Check Also

Arief Poyuono Sebut Isu PKI Dimunculkan Oleh Kadrun, Tagar #TenggelamkanGerindra Jadi Trending

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menjadi sorotan warganet. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *