Dilaporkan ke Polda Sumbar, Ade Armando Diduga Menghina Suku Minangkabau

Dilaporkan ke Polda Sumbar, Ade Armando Diduga Menghina Suku Minangkabau
Dilaporkan ke Polda Sumbar, Ade Armando Diduga Menghina Suku Minangkabau

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Badan Koordinasi (Bakor) Kerapatan Adat Nagari (KAN) Sumbar dan Mahkamah Adat Alam Minangkabau menilai, akun atas nama Ade Armando itu diduga menghina Suku Minangkabau. Mereka pun datang ke Polda Sumbar mengenakan pakaian adat.

“Dia (Ade) menulis status itu dengan mengatakan kenapa orang Minang tidak boleh Injil dicetak dalam bahasa Minangkabau. Sementara di Minangkabau itu sudah ada pakemnya adat berlandaskan agama dan agama berlandaskan alquran,” kata Ketua Umum Bakor KAN Sumbar, Yuzirwan Rasyid Datuak Gajah Tongga di Mapolda Sumbar, Selasa, 9 Juni 2020.

Yuzirwan merasa terpanggil meluruskan secara hukum terkait cuitan akun Facebook Ade Armando tersebut. Dia mengatakan bahwa masyarakat adat Minangkabau merasa dilecehkan dan tersinggung.

“Tentu ini bergaduh. Gaduh ini berlanjut di media sosial dan kalau itu dibiarkan adalah pemecahan dan pengotakan orang Minangkabau. Yang dihujat itu adalah keberadaan keminangan dari cuitannya tersebut,” katanya.

Baca Juga : Sebut Din Syamsuddin ‘Si Dungu’, Kokam Muhammadiyah Pidanakan Ade Armando “Sang Kebal Hukum”

Koordinator Kuasa Hukum Dua Organisasi itu, Wendra Yunaldi mengatakan Ade Armando Diduga Menghina Suku Minangkabau ada unsur dugaan penghinaan yang dirasakan oleh ninik-mamak di Ranah Minang, sehingga dilaporkan ke polisi.

Dalam laporan, Ade Armando diduga melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 14 ayat 2 dan pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Pelaporan ini didampingi 16 kuasa hukum yang sempat hadir. Kawan-kawan sebenarnya lebih seratus, cuma yang sempat hadir ini,” katanya.

Ade Armando, dilaporkan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar), Selasa (9/6/2020). Dia dipolisikan atas postingannya di akun media sosial (medsos) tentang persoalan aplikasi kitab Injil berbahasa Minang.

Baca Juga : Berulah Lagi, Abu Janda “Sang Kebal Hukum” Hina Ulama dan Simbol Agama

Laporan itu dilakukan oleh Badan Koordinasi Kerapatan Adat Nagari (Bakor KAN) Sumbar dan Mahkamah Adat Alam Minangkabau. Dua organisasi ini mendatangi Polda Sumbar sekitar pukul 14.15 WIB lengkap mengenakan pakaian adat Minangkabau.

Adapun postingan di akun Facebook pribadi Ade Armando yang dilaporkan dua organisasi tersebut, di antaranya mempermasalahkan kata-kata yang ditulisnya. Kata-kata menindaklanjuti pemberitaan tentang Gubernur Sumbar menyurati Menkominfo minta aplikasi Injil berbahasa Minang dihapus.

Berikut tulisan Ade Armando di akun Facebooknya:

Lho ini maksudnya apa? Memang orang Minang nggak boleh beragama Kristen? Kok Sumatra Barat jadi provinsi terbelakang seperti ini sih? Dulu kayaknya banyak orang pinter dari Sumatra Barat. Kok sekarang jadi lebih kadrun dari kadrun?

Tulisan Ade Armando ini disertai dengan link pemberitaan yang keluar di salah satu media online.

Status di akun Facebook bernama Ade Armando itu diposting pada hari Kamis, 4 Juni 2020 pukul 21.07 WIB. Hingga kini, postingan itu disukai sebanyak 1.221 akun, 2.217 komentar dan dibagikan sebanyak 191 kali

Baca Juga : PDIP Tolak TAP MPRS Tentang Larangan Ajaran Komunisme di Indonesia Masuk RUU HIP

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

About admin

Check Also

Penusuk Wiranto Dituntut Hukuman 16 Tahun Penjara

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – Terdakwa pelaku penusukan terhadap mantan Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *