Evaluasi Belajar Online, Nadiem Kaget Dapat Keluhan Tidak Ada Sinyal-Listrik

Evaluasi Belajar Online, Nadiem Kaget Dapat Keluhan Tidak Ada Sinyal-Listrik
Evaluasi Belajar Online, Nadiem Kaget Dapat Keluhan Tidak Ada Sinyal-Listrik

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTAMenteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengaku telah menerima berbagai keluhan dari kegiatan belajar online. Nadiem mengaku kaget saat mengetahui masih adanya keluhan tidak ada sinyal dan listrik.

“Saya mendengar berbagai macam kesulitan orang-orang untuk sekolah sekolah dan guru-guru untuk belajar melaluiBelajar Online, pertama kita memberikan berbagai macam opsi di online learning, terus banyak yang punya koneksi internet atau tidak mampu kuota, jadi kita bikin TVRI belajar dari rumah. Kita ada inisiatif, kita cobalah semua, kita juga di kementerian belajar kan jadi kita mencoba berbagai macam di TV,” kata Nadiem, dalam telekonferensi yang disiarkan di YouTube Kemendikbud RI, Sabtu (2/5/2020).

“Lalu ada yang bilang tidak ada sinyal TV bahkan ada yang bilang tidak punya listrik. Itu bikin saya kaget luar biasa, saya pun belajar sebagai menteri bahwa Indonesia ini masih banyak area-area yang sebenarnya tidak terbayang bagi kita di Jakarta, benar-benar tidak terbayang ada yang masih tidak punya akses listrik, bayangkan listriknya cuma nyala beberapa jam sehari,” sambungnya.

Baca Juga : Kemendikbud RI Siapkan Skenario Belajar dari Rumah sampai Akhir 2020

Dari situ, Nadiem menilai masih ada kesenjangan dalam pendidikan. Daerah dengan keluhan tersebut menurutnya harus ada perhatian yang khusus.

“Pembelajaran nomor adalah gap, ketidakmerataan. Ada daerah di Indonesia yang benar-benar perlu sekali bantuan yang spesial dan khusus,” ujarnya.

Menurut Nadiem, kesenjangan tersebut mempengaruhi pengadaan teknologi digital di wilayah tersebut. Hal ini pun menjadi suatu kesadaran tersendiri baginya untuk melakukan pemerataan di sektor pendidikan.

“Jadi dengan kondisi seperti ini, digital gap nya juga widen, ekonomi gapnya juga lebih widen lagi dan itu menjadi suatu wake up call bagi kita di pemerintah bahwa, wah ini benar-benar gap antara have dan have not itu besar sekali. Jadi daerah-daerah tertinggal itu harus benar-benar dibantu,” katanya.

Baca Juga : PKS Minta Pemerintah Pikirkan Nasib Guru di Tengah Pandemi Covid-19, Tunjangannya Guru Jangan Dipotong !!

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

About admin

Check Also

Arief Poyuono Sebut Isu PKI Dimunculkan Oleh Kadrun, Tagar #TenggelamkanGerindra Jadi Trending

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menjadi sorotan warganet. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *