Luhut Meradang !! Isu Serbuan TKA Asal China di Tengah Corona itu Pembodohan

Luhut Meradang !! Isu Serbuan TKA Asal China di Tengah Corona itu Pembodohan
Luhut Meradang !! Isu Serbuan TKA Asal China di Tengah Corona itu Pembodohan

DUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – Di tengah pandemi corona, muncul persoalan tenaga kerja asing (TKA) asal China. Pada pertengahan Maret lalu, masyarakat dihebohkan oleh masuknya 49 TKA China ke Kendari. Kemudian yang terbaru, masuknya TKA Asal China ke lingkungan perusahaan tambang nikel di Halmahera Selatan memicu konflik dengan pekerja lokal pada Senin (13/4).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, angkat bicara mengenai isu serbuan TKA Asal China. Menurut Luhut, Indonesia bukan negara yang mudah dimasuki secara ilegal. Para pekerja China yang masuk, kata dia, pasti sudah melalui prosedur yang resmi alias legal.

Luhut menyebut, isu serbuan TKA China dihembus-hembuskan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Dia menegaskan bahwa itu semua berita bohong alias hoaks, pembodohan untuk masyarakat.

Baca Juga : Darurat Corona, TKA Cina Ditolak Warga Aceh dan Diterbangkan Ke Jakarta

“Mengenai pekerja China, saya garis bawahi lagi, orang datang ke Indonesia enggak bisa menyelundup begitu saja. Pasti melalui prosedur. Kami pasti tahu, kan dia mesti minta visa ke kedutaan kita. Saya lihat di medsos, dibilang ada kapal bawa buruh dari China. Padahal orang-orangnya saja tidak kelihatan. Ini kan pembodohan. Orang itu memberitakan berita bohong,” ujar Luhut dalam video conference, Selasa (14/4).

Luhut mengingatkan, ada ratusan ribu orang Indonesia juga bekerja mencari nafkah di luar negeri. “Apa semua China itu berengsek? Orang kita juga ada yang berengsek kok. Semua orang berengsek kalau tidak pegang nilai-nilai dan norma,” ujar Luhut, dikutip dari Warta Ekonomi, Rabu (15/4/2020).

Luhut kemudian membandingkan puluhan dan bahkan ratusan ribu orang Indonesia juga bekerja di luar negeri. Namun, kehadiran mereka tidak pernah dipermasalahkan di negeri tempatnya bekerja.

“Kita ini lupa lho, TKI kita yang pulang dari Malaysia 505.000 orang, kenapa Malaysia tidak ribut? Terus ABK 16.000 dari Taiwan juga. Karena tidak ada kerjaan, mau Lebaran juga mereka pulang,” imbuh Luhut.

Baca Juga : Ditolak Negaranya, 208 WNA Asal China Tertahan di Bandara Soekarno-Hatta

Ia juga kembali menyampaikan pembelaannya pada 49 TKA China di Kendari yang disebut-sebut masuk secara ilegal di tengah wabah corona. “Yang 49 (TKA China) yang kemarin kita ribut itu pun enggak ada yang salah prosedurnya. Enggak ada yang salah sama sekali,” tegasnya.

Luhut pun menantang pihak-pihak yang menuding TKA Asal China masuk secara ilegal untuk membuktikannya. Ia mengaku sudah pernah mengecek langsung ke lapangan dan nyatanya TKA China jumlahnya jauh di bawah pekerja lokal.

“Saya berkali-kali bilang, tunjukkan ayo di mana. Enggak ada yang berani jelasin. Dibilang di Morowali China semua, saya beberapa kali kirim orang, jumlah pegawai China cuma 3.000 dari 45.000 pegawai di sana,” ucapnya.

Baca Juga : BPIP – Masyarakat Tidak Perlu Reaktif Terkait WNA Cina di Bandara Haluoleo Kendari

Sebelumnya diberitakan, Staf Khusus Kementerian Tenaga Kerja, Dita Indah Sari, mengungkapkan bahwa 49 TKA China yang masuk ke Kendari pada pertengahan Maret lalu tidak memiliki izin kerja dari Direktorat Pengendalian Penggunaan Tenaga Kerja Asing Kemnaker alias ilegal.  

“Mereka hanya mengantongi visa kunjungan. Keberadaan warga negara asing di lokasi kerja, tanpa visa kerja, jelas menyalahi aturan. Oleh karena itu malam ini mereka semua diperintahkan meninggalkan lokasi perusahaan,” tulis Dita di akun twitter pribadinya @Dita_Sari (18/3). 

Menurutnya, setelah meninggalkan lokasi perusahaan, mereka harus dikarantina dengan benar. Tak hanya itu, dia menambahkan, perusahaan yang mempekerjakan mereka akan disidik dengan ancaman pidana sesuai bunyi di UU 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya pasal 42 dan 43. 

Sedangkan terkait pemulangan 49 tenaga kerja asing ilegal ke negara asalnya di China, Ia mengatakan, tindakan deportasi merupakan wewenang imigrasi. 

Baca Juga : Waw !! Harta Kekayaan Luhut,  2001 Sebanyak 7 M, Tahun 2018 Menjadi 655 M

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

About admin

Check Also

TAP MPRS Larangan PKI di RUU HIP Ditolak PDIP, Ahmad Yani: Ketua Panja RUU HIP Anak PKI

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – Politikus PDIP Ribka Tjiptaning menjadi Ketua Panitia Kerja (Panja) Rancangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *