Pemilik Kedai Tuak Laporkan FPI Ke Polisi, FPI Batang Kuis Siapkan Kuasa Hukum

Pemilik Kedai Tuak Lapor Polisi, FPI Batang Kuis Siapkan Kuasa Hukum
Pemilik Kedai Tuak Lapor Polisi, FPI Batang Kuis Siapkan Kuasa Hukum

SUARA ARAH PUBLIK, DELI SERADANGFront Pembela Islam (FPI) Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menanggapi laporan ke polisi dari pemilik kedai tuak Lamria Manullang yang diminta tutup secara paksa di bulan Ramadhan. FPI Batang Kuis telah menyiapkan tim kuasa hukum untuk menghadapi laporan tersebut.

Ketua FPI Batang Kuis, Iskandar Ansor, menjelaskan awal mula keributan penutupan kedai tuak yang viral di media sosial. Dia menyebut pihaknya sudah sejak jauh hari meminta pihak kecamatan ataupun dusun setempat untuk mengingatkan agar kedai tersebut tidak menjual tuak saat Ramadhan.

“Jadi akhir bulan 3 (Maret) sebelum Ramadhan saya sudah koordinasi dengan Pak Camat sama kawan-kawan, ada hal yang perlu disampaikan. Tanggapan Pak Camat, akan berkoordinasi dengan Polsek, katanya. Mungkin kebetulan sibuk dengan COVID-19, entah lupa atau apa, saya ingatkan lagi pas sudah dekat Ramadhan, 10 hari sebelum Ramadhan saya ingatkan lagi. ‘Pak, warung tuak itu masih buka, Pak Camat’, ‘Waduh saya kekurangan personel, tolong dibantu ingatkan pak’ (kata Camat), Insyaallah saya bantu ingatkan,” kata Iskandar, Kamis (30/4/2020).

Baca Juga : Penyebar Nasi Berlogo ‘Nasi Anjing’ Di Bulan Ramadhan, Diamankan Polisi

Iskandar mengatakan dirinya kemudian mengirim surat ke kepala dusun setempat agar mengingatkan kedai tuak itu tidak menjual tuak selama Ramadhan. Menurutnya, perwakilan dari pemilik kedai tuak juga sudah bertemu dengannya dan meminta agar mereka tetap bisa berjualan tuak

“Saya pakai jalur kepala dusun, sudah masuk Ramadhan mereka masih jualan tuak. Saya surati Kepala Dusun, Ramadhan kedua atau berapa, Kepala Dusun surati warung tuak itu, tebusannya Kepala Desa, Kapolsek, Camat, itu pagi mereka sampaikan tebusannya. Sorenya datang perwakilan dari warung tuak ke rumah saya, minta supaya jangan, tetap buka lah, mana bisa saya bilang,” ucapnya.

“Jadi intinya kita nggak melarang kalau jualnya teh manis, kopi,” sambung Iskandar.

Dia menyebut kedai tuak tersebut tetap berjualan. Iskandar mengatakan beberapa warga kemudian melakukan aksi penutupan yang kemudian berujung ribut dan viral.

“Diminta orang itu tutup hari ini, ya sudah saya bilang, makanya itu terjadi lah keributan,” jelasnya.

Baca Juga : Ustadz Haikal Hassan : Anda Tahu Arti “Qahal” Nama Komunitas Si Pemberi Nasi Anjing?

FPI Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menanggapi laporan ke polisi dari pemilik kedai tuak Lamria Manullang yang diminta tutup secara paksa di bulan Ramadhan. FPI telah menyiapkan tim kuasa hukum untuk menghadapi laporan tersebut.

“Menyiapkan bantuan hukum. Dari lembaga bantuan hukum FPI Deli Serdang,” ujar Ketua FPI Batang Kuis, Iskandar Ansor, Jumat (1/5/2020).

Iskandar mengatakan dirinya tidak memiliki persiapan khusus untuk menghadapi laporan dari pemilik kedai tuak ini. Dia mengaku telah siap menghadapi laporan yang dilayangkan Lamria Manullang.

“Nggak ada, nggak ada persiapan khusus. Kalau dilaporkan kita layani,” jelasnya.

Iskandar dilaporkan terkait adanya keributan yang terjadi saat pihaknya memaksa tutup kedai tuak Lamria Manullang dengan alasan memasuki bulan Ramadhan. Laporan bernomor LP/209/IV/2020/SU/Resta-DS itu terkait dugaan tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang.

Keributan ini bermula ketika sekelompok orang dari FPI Batang Kuis meminta secara paksa agar kedai tuak Lamria ditutup pada Selasa (28/4). Kemudian video kejadian itu viral di media sosial.

Baca Juga : Ini Pengakuan Pemberi Bantuan ‘Nasi Anjing’ Yang Bikin Heboh Di Bulan Ramadhan

Dalam video viral itu terlihat seorang wanita yang mempertahankan kedai Tuak miliknya saat diminta tutup oleh sekelompok orang yang di ketahui dari FPI. Wanita itu diketahui bernama Lamria Manullang, Dia mengatakan kedai miliknya tetap buka untuk mencari makan sehari-hari.

“Pak, saya makan dari mana? Saya warga sini loh. Saya makan dari mana? Bapak ini bagaimana? Bisa Bapak kasih aku makan? Pak, bisa Bapak kasih aku makan?” kata Lamria Manullang.

Lamria Manullang juga mengatakan telah menutupi kedai Tuak miliknya agar tidak terlihat dari bagian luar. Lamria Manullang juga memprotes barang-barang miliknya yang akan diambil.

“Kan itu ditutup Pak. Kan katanya harus ditutup, saya tutup. Jangan bawa barang-barang itu, bisa kalian kasih saya makan?” katanya.

Situasi saat ini sudah kondusif. Ketua FPI, yang turut serta, telah meminta maaf terkait keributan tersebut.

“Sudah dua kali pertemuan di Polsek Batang Kuis sampai hari ini dan Ketua FPI Batang Kuis juga sudah membuat permohonan maaf secara tertulis dan tidak akan mengulangi perbuatannya,” kata Kapolresta Deli Serdang Kombes Yemi Mandagi, Rabu (29/4).

Yemi mengatakan sebenarnya pemilik kedai tuak sudah diingatkan agar tutup saat Ramadhan. Dia meminta semua pihak menahan diri dan tidak bersikap berlebihan terkait masalah ini. Yemi berharap warga mempercayakan penuntasan masalah ini kepada polisi.

Baca Juga : Politisi PDIP Minta Kasus Nasi Anjing Tidak Perlu Diperbesar

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

About admin

Check Also

Penusuk Wiranto Dituntut Hukuman 16 Tahun Penjara

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – Terdakwa pelaku penusukan terhadap mantan Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *