PT. VDNI : 3000 Pekerja Lokal Terancam Batal Bekerja, Jika 500 TKA China Tidak Didatangkan

PT. VDNI : Jika 500 TKA China Tidak Didatangkan, 3000 Pekerja Lokal Terancam Batal Bekerja
PT. VDNI : 3000 Pekerja Lokal Terancam Batal Bekerja, Jika 500 Tenaga Kerja Asing Asal China Tidak Didatangkan

SUARA ARAH PUBLIK, SULTRAManajemen PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS)  sahamnya dimiliki oleh 2 perusahaan dari China ini, angkat bicara terkait penolakan kedatangan 500 TKA China yang akan bekerja di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara ( Sultra) .

External Affairs Manager PT VDNI Indrayanto mengatakan, alasan kedatangan 500 TKA Asal China ke Sultra bertujuan untuk mengerjakan 33 tungku smelter milik PT OSS.  Pengerjaan tungku smelter ini diklaim bakal menyerap lebih dari 3.000 pekerja lokal.

Kedatangan 500 TKA China ini, diklaim Indrayanto, sudah dinanti ribuan calon pekerja lokal yang telah dinyatakan lulus dalam seleksi penerimaan karyawan di perusahaan pemurnian nikel tersebut .

“Jika 500 TKA China sampai tidak jadi didatangkan, maka sebanyak 3.000 lebih tenaga kerja lokal terancam kehilangan pekerjaannya,” kata Indrayanto. “Bisa ada kemungkinan mereka dirumahkan dahulu tanpa mendapat gaji, atau bahkan bisa PHK. Tentunya hal ini tidak kami harapkan, perusahaan juga berusaha agar hal ini tidak terjadi,” sambungnya dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/05/20).

Baca Juga : Luhut Menegaskan, Pemerintah Akan tetap Pakai Tenaga Kerja Asing Asal China Karena Dibutuhkan

Indrayanto mengatakan, 500 TKA Asal Tiongkok itu merupakan tenaga teknis yang bekerja secara temporer secara bergantian, bukan untuk waktu yang lama.

Mereka adalah tenaga ahli untuk memasang alat pada tungku smelter, untuk produksi dan mempertahankan operasional di lapangan. Saat ini sebagian pembangunan terpaksa diberhentikan sementara karena kurangnya tenaga ahli.

Seperti diketahui , PT VDNI merupakan perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh 2 perusahaan dari China.  Sedangkan PT OSS juga bergerak dibidang yang sama dan masih satu manajemen dengan PT VDNI.

Berdasarkan data dari website Minerba, mayoritas saham PT VDNI dikuasai oleh JIANGSU DELONG NICKEL INDUSTRY CO.LTD sebanyak 99% dan sisanya dimiliki oleh XIANGSHUI KANGYANG TRADE CO.LTD. Keduanya merupakan perusahaan asal China.

Baca Juga : Luhut Sempat Rayu Bupati Konawe Kery Saiful Untuk Loloskan 500 TKA Asal China

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

About admin

Check Also

Viral ! Penyuluh BKKBN Himbau Warga Tunda Kehamilan, Kawin Boleh, Nikah Boleh, Hamil Jangan, Bapak-bapak Tahan Dulu!

SUARA ARAH PUBLIK – Penyuluh BKKBN Himbau Warga Tunda Kehamilan, Kawin Boleh, Nikah Boleh, Hamil …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *