Puan Maharani Tambahkan “Pro Rakyat” di Akhir Pembukaan UUD 45, Iwan Sumule: Ini Kejahatan Konstitusi!

Puan Maharani Tambahkan “Pro Rakyat” di Akhir Pembukaan UUD 45, Iwan Sumule: Ini Kejahatan Konstitusi!
Puan Maharani Tambahkan “Pro Rakyat” di Akhir Pembukaan UUD 45, Iwan Sumule: Ini Kejahatan Konstitusi!

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – Aneh dan Mengejutkan. Ketua DPR RI Puan Maharani menambahkan kata “pro rakyat” pada bagian akhir Pembukaan UUD 45 yang dibacakan putri Megawati Soekarnoputri tersebut pada peringatan Hari Kelahiran Pancasila (01/06).

“Maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan neraga Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada; Ketuhanan yang Maha Esa, kemanusian yang adil dan beradab, persatuan Indonesia dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pro rakyat,” ucap Puan Maharani secara virtual.

Penambahan kata pro rakyat itu memunculkan pertanyaan besar dan bahkan kecaman.

Baca Juga : Sebut Din Syamsuddin ‘Si Dungu’, Kokam Muhammadiyah Pidanakan Ade Armando “Sang Kebal Hukum”

Ketua ProDem Iwan Sumule menyebut aksi Puan Maharani itu sebagai kejahatan konstitusi. Di mana, Puan telah mengubah isi Pembukaan UUD 1945. Pembukaan UUD 45 tidak boleh diubah karena berisi “Dasar Negara” sesuai Tap MPR IX/MPR/1978 dan III/MPR/1983.

“Mengubah isi Pembukaan UUD 45 atau biasa disebut Mukadimah UUD 1945 dapat dikategorikan sebagai kejahataan konstitusi. Tak boleh diubah karena berisi “Dasar Negara” sesuai Tap MPR IX/MPR/1978 dan III/MPR/1983. Ganti Ketua @DPR_RI dan mesti diberi sanksi hukum. Iya gak sih?,” tulis Iwan di akun Twitter @KetuaMajelis mengomentari tulisan bertajuk “Puan Maharani Baca UUD 1945 Dengan menambahkan Kalimat “Pro Rakyat””.

Belum diketahui secara pasti apakah kata “Pro Rakyat” yang diucapkan Puan itu juga tertulis dalam teks atau hanya tambahan dia sendiri. Puan dan Sekretariat Jenderal DPR RI harus memberikan klarifikasi. Apa maksudnya menambahkan kata itu.

Ini persolan serius, mengingat Puan adalah ketua DPR RI, lembaga tinggi negara yang tidak boleh berbuat seenaknya terhadap teks Pembukaan UUD 45. Puan membaca teks itu dalam acara resmi kenegaraan, peringatan Hari Lahir Pancasila.Tindakan Puan ini sudah berbahaya, karena bisa dianggap melakukan “amandemen” secara ilegal.

Baca Juga : Jokowi Hapus Proyek Pesawat R80 Habibie, Fokus Kembangkan Drone & Lanjutkan Kereta Cepat Indonesia-China

Netizen Nadine Olivia di akun @Nadine_Oliv melemparkan sindiran terkait aksi Puan tersebut. “Pembukaan UUD 45 udah diamandemen toh?,” sindir @Nadine_Oliv.

Sindiran keras juga dilontarkan aktivis politik Taufiq Rendusara. “17 Agustus jangan dikasih pidato lah mbak ini. Dirubah pula nanti namanya jadi NKRI Perjuangan,” tulis Taufiq di akun @Toperendusara1.

@Toperendusara1 menambahkan: “Ada anak ideologis. Ada anak biologis. Emaknya aje hanya anak biologis. Apalagi cucu dari anaknya yang biologis, rusak ideologi Pancasila.”

Tak ketinggalan politisi Demokrat Ricky Kurniawan mengaitkan pembacaan Pembukaan UUD 45 ala Puan itu dengan kebijakan “pro rakyat” Susilo Bambang Yudhoyono yang ‘dikikis’ Rezim Joko Widodo.

“Positif thingking aja mungkin Mbak Puan masih membekas dihatinya akan kebijakan PRO RAKYAT nya SBY yang banyak dikikis habis Rezim Jokowi,” sindir Ricky di akun @RicKY_KCh.

Baca Juga : Keputusan Resmi Pemerintah RI: Calon Jemaah Haji 2020 Tidak Diberangkatkan, Berikut Alasannya

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

About admin

Check Also

Penusuk Wiranto Dituntut Hukuman 16 Tahun Penjara

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – Terdakwa pelaku penusukan terhadap mantan Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *