Ricuh Pembagian BLT Yang Dianggap Tidak Adil, Lurah Diduga Pentingkan Keluarga Sendiri, Warga Kejar Lurah dan Segel Kantor Kelurahan

Ricuh Pembagian BLT Yang Dianggap Tidak Adil, Lurah Diduga Pentingkan Keluarga Sendiri
Ricuh Pembagian BLT Yang Dianggap Tidak Adil, Warga Kejar Lurah dan Segel Kantor Kelurahan Sadia, Kota Bima

SUARA ARAH PUBLIK, BIMARicuh Pembagian BLT Yang Dianggap Tidak Adil, Lurah Diduga Pentingkan Keluarga Sendiri,  kericuhan saat pembagian dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat yang menjadi korban terdampak wabah corona di Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), (12/050). berujung ricuh.

Terlihat warga berbondong-bondong datang, mengamuk dan meneriaki Lurah Sadia, Abdul Rajak. Mereka marah lantaran diduga si lurah diskriminatif dalam penyaluran BLT.

Warga yang emosi kemudian menyegel kantor lurah dan melempar kaca jendela hingga pecah berserakan.

Untuk menghindari amukan massa, lurah dan petugas pendataan tersebut langsung dievakuasi oleh aparat dengan menggunakan mobil pengendali massa (dalmas) Satpol PP Bima.

Baca Juga : Din Syamsuddin : Pemerintahan Jokowi Telah Melakukan Kezaliman Nyata, Dengan Menaikkan Iuran BPJS Saat Wabah Virus Corona Menghantui Rakyatnya

Belum puas, warga menyerang lurah dan petugas pendataan BLT dari Dinas Sosial Pemkot Bima. Beruntung keduanya segera diamankan petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP.

Beberapa warga yang terlalu emosi sempat melempari mobil dalmas Satpol PP dengan batu.

Warga Sadia, Bigen mengatakan, dari data 116 penerima BLT di Kelurahan Sadia, 29 di antaranya yang merupakan data cadangan atau tambahan tak lain adalah warga satu keturunan yang diduga keluarga Lurah Sadia dan keluarga dekat dari petugas pendataan.

“Yang dapat BLT kebanyakan pihak keluarga pak lurah dan petugas BLT. Semestinya BLT itu untuk keluarga tidak mampu,” katanya.

Warga meminta agar Wali Kota Bima segera mengambil tindakan tegas dengan mencopot Lurah Sadia yang dinilai nepotisme dan tidak transparan.

Warga yang tidak terdata berunjuk rasa di kantor kelurahan. Aksi itu sebagai bentuk protes atas dugaan nepotisme dan ketidak transparansinya pendataan warga penerima BLT.

Baca Juga : BPJS Naik, Ustadz Haikal Usul: Potong Gaji+Tunjangan Presiden, Menteri, BPIP, KSP, DPR, Hingga Stop Pelatihan Online 5,6 T

Abdul Rajak diduga mementingkan keluarganya sendiri, sehingga sebagian warga miskin yang harusnya terdata menjadi tidak terdata dan tidak dapat bantuan.

Warga yang tak dapat menahan kekesalan melempari jendela kaca kantor lurah hingga pecah. Kantor lurah Sadia pun kemudian mereka segel.

Tak sampai di situ, warga juga menyerang lurah dan petugas pendataan BLT dari Dinas Sosial Kota Bima. Keduanya lekas diamankan petugas gabungan.

Komentar dari netizen. Sebagian besar netizen mengatakan kalau hal demikian juga terjadi di desa-desa lain.

“Sudah umum….dimana yg lebih dekat sama petinggi nya yg lebih diutamakan…yg benar2 membutuhkan malah dilupakan…miris liat realitanya seperti ini,” tulis akun @irianiannisa.

“Bentar lagi hanjur negri ini dapat bantuan agar bisa membantu malah ini membuat gaduh desa2 yang sebelumnya ayem tenterem,” komentar @fatahhilla7.

“Di kampung gua juga begitu keluarga rt dapet semua, pas warga ngomong katanya data dri dia gk dipake tpi ko bisa keluarga nya menang semua wkwkwk,” kata @siti_samsiahh27.

Berikut Vidio Ricuh Pembagian BLT di Kel. Sedia, Kota Bima :

Baca Juga : Habib Bahar Bin Smith Bebas, Di Jemput Alumni 212 di Lapas Pondok Rajeg

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

About admin

Check Also

Luhut Klaim Ekonomi Indonesia Dipuji Bank Dunia

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *