Suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Kader PDIP Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Kader PDIP Dituntut 2,5 Tahun Penjara
Suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Kader PDIP Dituntut 2,5 Tahun Penjara

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTAKader PDI Perjuangan (PDIP) Saeful Bahri dituntut pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan. Mantan staf Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto itu juga didenda sebesar Rp150 juta subsider 6 bulan kurungan, dalam kasus Suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan

Dalam paparan tuntutannya, JPU KPK mengatakan tujuan pemberian suap adalah agar Wahyu Setiawan mengupayakan KPU menyetujui permohonan pergantian antarwaktu (PAW) PDIP dari Riezky Aprilia sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Sumatera Selatan (Sumsel) 1 kepada Harun Masiku.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai Saeful terbukti Suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

“Menyatakan terdakwa Saeful Bahri terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut,” ujar petikan surat tuntutan yang diberikan Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Rabu (6/2).

Baca Juga : Hasto Kristiyanto Akui Penyuap Komisoner KPU Kader PDIP, Tapi Bukan Utusan Partai

Jaksa menilai Saeful terbukti melanggar ketentuan Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP sebagaimana dakwaan primair.

Dalam surat dakwaan, Saeful disebut telah menyuap Wahyu sebesar US$57.350 atau setara Rp600 juta. Suap berkaitan permohonan pergantian antarwaktu (PAW) caleg PDIP Harun Masiku.

Surat dakwaan itu juga menyebutkan bahwa Saeful menyuap Wahyu bersama dengan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Agustiani Tio Fidelina dan Harun Masiku, caleg PDIP yang saat ini masih berstatus buron. Uang suap diserahkan secara bertahap.

Saeful merupakan kader PDIP sekaligus mantan staf Hasto Kristiyanto. Hasto mengaku Saeful pernah menjadi staf saat dirinya menjabat sebagai anggota DPR.

Jaksa mengungkapkan hal yang memberatkan terdakwa Saeful Bahri adalah perbuatan yang bersangkutan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

Selain itu, perbuatan Saeful juga berpotensi mencederai hasil pemilu sebagai proses demokrasi yang berlandaskan pada kedaulatan rakyat.

“Dan terdakwa telah menikmati keuntungan dari perbuatannya,” kata Jaksa.

Baca Juga : Wahyu Setiawan Mantan Komisioner KPU Akui Habiskan Rp50 Juta Karaokean Bareng Politisi PDIP

Awalnya Kasus Suap Komisioner KPU Wahyu Setiawan, DPP PDIP memberitahukan kepada KPU pada 11 April 2019 bahwa calon legislatif PDIP dapil Sumatera Selatan I atas nama Nazarudin Kiemas meninggal. Namun, nama yang bersangkutan masih tetap tercantum dalam surat suara pemilu.

Pada 21 Mei 2019, KPU melakukan rekapitulasi perolehan suara PDIP dapil Sumsel 1 dengan perolehan suara terbanyak oleh Riezky Aprilia sebanyak 44.402 suara. Di Dapil yang sama, Harun Masiku mendapat suara 5.878.

Pada Juli 2019, rapat pleno PDIP memutuskan Harun Masiku sebagai caleg pengganti terpilih yang menerima pelimpahan suara dari Nazaruddin Kiemas. Alasannya, meski namanya sudah dicoret tapi Nazaruddin masih mendapatkan 34.276 suara.

Atas keputusan rapat pleno DPP PDIP tersebut, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto selaku Sekjen PDIP meminta Donny Tri Istiqomah selaku penasihat hukum PDIP untuk mengajukan surat permohonan ke KPU RI.

Belakangan, KPU menetapkan Riezky menjadi anggota DPR. Di sini lah kemudian, Harun Masiku diduga menyuap Wahyu lewat Saeful Bahri agar bisa menjadi anggota DPR.

Baca Juga : Politisi PDIP Ancam Bongkar Aib Najwa Shihab Jika Tak Minta Maaf atas Kritikanya ke DPR

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

About admin

Check Also

Penusuk Wiranto Dituntut Hukuman 16 Tahun Penjara

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – Terdakwa pelaku penusukan terhadap mantan Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *