Syamsuar : Pekanbaru, Dumai & Kampar Dinyatakan Masuk Zona Merah Covid-19

Syamsuar : Pekanbaru, Dumai & Bengkalis Dinyatakan Masuk Zona Merah Covid-19
Syamsuar : Pekanbaru, Dumai & Bengkalis Dinyatakan Masuk Zona Merah Covid-19

SUARA ARAH PUBLIK, RIAUGubernur Riau Syamsuar mengungkapkan Setelah Kota Pekanbaru, ada dua daerah lainnya di Riau yakni  Kota Dumai, dan Kabupaten Kampar telah dinyatakan masuk menjadi daerah zona merah pandemi Covid-19. Hal ini disampaikannya di Gedung Daerah Selindit Pekanbaru. (21/04).

“Riau ini, telah miliki tiga daerah zona merah penyebaran wabah virus Corona. Hal inilah kita imbau daerah perbatasan untuk secepatnya melakukan PSBB dan lebih waspada,” ujarnya.

Gubri meminta kepada Bupati yang berbatasan langsung dengan daerah terjangkit zona merah Covid-19 untuk secepatnya mengajukan PSBB.

“Seharusnya sudah ada enam daerah yang telah berlakukan PSBB, diantaranya Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Siak dan Kabupaten Bengkalis,” ungkapnya.

Namun, Gubri menyebutkan dalam pemberlakukan PSBB yang mengambil keputusan adalah kepala daerah kabupaten/kota.

“Oleh karena itu kami harap secepatnya daerah Kampar, Siak dan Pelalawan untuk mengajukan PSBB agar dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya seperti dikutip dari web resmi media center Provinsi Riau.

Baca Juga : Usulan Anies & Beberpa Kepala Daerah Lainnya Stop KRL Selama PSBB Kandas, Luhut Tetap Operasikan KRL

Juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Dumai, dr Syaiful Dijelaskannya, dengan penetapan Kota Dumai salah satu Zona Merah Covid-19 di Riau, maka setiap orang yang keluar dari Kota Dumai tiba di daerah tujuan atau sebaliknya akan menyandang status sebagai orang dalam pemantauan (ODP), sebagai mana protokol kesehatan orang tersebut akan menjalani karantina atau isolasi.

“Oleh karenya kami menghimbau kepada masyarakat Dumai untuk tidak keluar daerah jika tidak memiliki keperluan yang sangat penting, Ketika keluar dari daerah makah akan bersetaus ODP. Tempat yang lebih aman saat ini adalah di rumah, Jangan keluar dari Kota dumai” jelas Syaiful. (21/04).

Sebelumnya, pemerintah Kota Dumai melalui gugus tugas penanganan covid-19 mengumumkan adanya penambahan satu pasien yang dikonfirmasi positif berdasarkan hasil swab.

“Hari ini ada penambahan satu kasus positif, seorang laki-laki berinisial NU warga STDI yang merupakan tenaga medis di Puskesmas Kecamatan Sungai Sembilan, pasien merupakan kontak erat dengan pasien 03.” ujarnya.

Ketujuh pasien tersebut positif berdasarkan hasil swab yang dikirim oleh BPK Litbangkes Jakarta.

Dijelaskannya juta, untuk ODP saat ini berjumlah 1146, PDP berjumlah 37 orang dan dirawat sebanyak 16 kemudian dari total yang dirawat 7 diantaranya positif covid-19.

Baca Juga : Bupati Bogor Sebut Luhut Bikin PSBB Jadi Sia-Sia, Keputusan Luhut KRL Tetap Beroperasi

Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Bengkalis Johansyah Safri mengatakan, pihaknya belum mendapatkan informasi tersebut dari Gugus Tugas Covid -19 Provinsi Riau. Dia meminta agar hal tersebut disampaikan agar pihaknya bisa melakukan sosialisasi dan mengambil langkah lebih lanjut.

“Kami belum mengetahui adanya ‘penetapan zona merah’ itu. Apa-apa kriteria yang dipakai sehingga Bengkalis masuk dalam zona merah tersebut,” kata Johansyah, Rabu (22/04).

Dikatakan, kalau dari kriteria yang ada pada Permenkes RI Nomor 9 Tahun 2020, Bengkalis belum masuk dalam zona merah penyebaran pandemi Covid-19.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, mengutip mediacenter.riau.go.id, Gubernur Riau H Syamsuar mengumumkan bahwa Pekanbaru, Dumai dan Kampar sudah masuk menjadi kawasan zona merah. Hal itu disampaikan Gubri di Gedung Daerah Selindit Pekanbaru.

Sementara itu sebutan Kabupaten Bengkalis masuk zona merah oleh Gubernur Riau diluruskan Kadis Kesehatan Riau Mimi Yuliani Nazir,  Rabu, 22 April 2020.

“Yang masuk itu baru tiga daerah, yakni Pekanbaru, Dumai dan Kampar. Kami meminta agar dua daerah lain selain Pekanbaru segera mengusulkan penerapan Pembatasan Sosial Berkala Besar seperti yang disampaikan Bapak Gubernur Riau,” kata Kadis Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir.

Dengan diberlakukannya zona merah di kawasan Pekanbaru, Dumai dan Kampar tersebut maka siapapun warga yang bepergian keluar kota akan menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Terkait informasi yang ditulis pada web resmi Pemprov Riau, ww.mediacenter.riau.go.id tentang penyebutan nama Bengkalis sebagai daerah zona merah, Kadiskes akan meluruskannya kembali.

“Bengkalis belum masuk kategori zona merah. Mungkin ada kesalahan teknis yang membuat informasinya jadi keliru. Kami akan luruskan,” kata Kadiskes Mimi Yuliani Nazir, sebagaimana dikutip secara utuh dari riauin.com, dalam berita bertajuk “Tiga Zona Merah di Riau Pekanbaru, Dumai dan Kampar, Kadiskes Riau: Bengkalis Belum Masuk’.

Sementara itu Kadis Kominfotik Kabupaten Bengkalis Johansyah Syafri yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanangan Covid-19 Kabupaten Bengkalis, mengucapkan terima kasih atas adanya klarifikasi dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau tersebut.

“Alhamdulillah. Terima kasih. Sebab kami banyak sekali mendapat pertanyaan dari masyarakat tentang kebenaran informasi tersebut. Klarifikasi tersebut membuat semuanya jadi terang benderang. Jadi clear. Soal ada kekliruan informasi sebelum, itu biasa. Jangan dibesar-besarkan” tutup Johan. #DISKOMINFOTIK  (NA)

Baca Juga : Relawan Jokowi Minta MUI Keluarkan Fatwa tak Puasa di saat Corona, Netizen Marah !!

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

About admin

Check Also

Viral ! Penyuluh BKKBN Himbau Warga Tunda Kehamilan, Kawin Boleh, Nikah Boleh, Hamil Jangan, Bapak-bapak Tahan Dulu!

SUARA ARAH PUBLIK – Penyuluh BKKBN Himbau Warga Tunda Kehamilan, Kawin Boleh, Nikah Boleh, Hamil …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *