TELAK!! Ada 34 Provinsi Se Indonesia, Tapi Para Menteri Jokowi Hanya Menyoroti Bansos DKI, Anies Menjawab Secara Terbuka

TELAK!! Ada 34 Provinsi Se Indonesia, Tapi Para Menteri Jokowi Hanya Menyoroti Bansos DKI, Anies Menjawab Secara Terbuka
TELAK!! Ada 34 Provinsi Se Indonesia, Tapi Para Menteri Jokowi Hanya Menyoroti Bansos DKI, Anies Menjawab Secara Terbuka

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – Perang kritikan antara pemerintah pusat dan pemerintah DKI Jakarta belum berhenti sepanjang pekan kemarin. Mulai urusan bantuan sosial sampai soal transparansi data jadi sorotan kedua belah pihak dalam memerangi pandemi corona untuk melindungi warga. Dari 34 provinsi seindonesia kenapa para menteri Jokowi hanya Bansos DKI?

Ada 34 Provinsi Se Indonesia, Tapi 3 Menteri Jokowi Hanya Menyoroti Bansos DKI, Anies Menjawab Secara Terbuka…

Melalui siaran tvOne, Sabtu (9/5/2020) sore, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara terbuka menjawab segala tudingan miring menteri-menteri Jokowi

(1) Yang Pertama. Ini soal Etika. Anies menyampaikan memang selama diskusi-diskusi tertutup antara dirinya selaku Gubernur DKI dan jajaran Pemrov DKI dengan para menteri terjadi beberapa perbedaan pendapat. Bisa jadi saling silang pendapat, bahkan bersitegang. Tapi seharusnya apa yang terjadi didalam ruang diskusi TIDAK LANTAS DI-UMBAR KE LUAR (jadi konsumsi publik/media).

Baca Juga : Utang Kemenkeu ke DKI Jakarta Rp7,5Triliun, Tapi Tiga Menteri Malah Pojokkan Anies

“Karena itu saya tidak pernah membuat statemen terkait apa yang kita bahas (di ruang diskusi). Dalam pembahasan itu ada persamaan pendapat, ada perbedaan pendapat, itu normal, biarlah itu didalam ruang persidangan,” kata Anies.

“Keramaian muncul (ke publik) karena adanya statemen-statemen (yang dilontarkan ke media),” ujar Anies.

Anies memang tidak menyebut siapa-siapa yang mengeluarkan statemen-statemen. Tapi kita bisa melacak dari media, keramaian soal bansos DKI muncul dari statemen-statemen para menteri Jokowi.

(2) Terkait tudingan Bansos DKI tidak tepat sasaran. Anies menjawab bahwa sudah sejak dua minggu lalu sudah disampaikan Anies ada 1,6% yang tidak tepat sasaran, sementara yang tepat sasaran mencapai 98,4%.

Kenapa ada 1,6% tidak tepat sasaran? Ini karena bansos disiapkan dalam waktu yang cepat (tanggap darurat corona), kalau menunggu data sempurna maka bansos akan terlambat. Sambil menunggu feedback evaluasi data, maka bansos harus disalurkan.

Yang perlu dicatat bahwa secara umum bansos sudah tepat sasaran sebesar 98,4%.

Tapi yang diangkat-angkat ke publik (oleh para menteri) adalah yang 1,6% tidak tepat sasaran.

Selengkapnya Vidio Jawaban Telak Anies atas tuduhan Para Menteri Jokowi : https://youtu.be/k40gPQiTjC8

Baca Juga : PSI Gonggongin Rp560 M Proyek Anies, Eh Proyek Kartu Prakerja Rp5,6 T Malah Cuek, Warganet Marah : Jenis Apa Kalian?

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

About admin

Check Also

TAP MPRS Larangan PKI di RUU HIP Ditolak PDIP, Ahmad Yani: Ketua Panja RUU HIP Anak PKI

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – Politikus PDIP Ribka Tjiptaning menjadi Ketua Panitia Kerja (Panja) Rancangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *