Tolak Dipulangkan, TKA Asal China Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi

Tolak Dipulangkan, TKA Asal China Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi
Tolak Dipulangkan, TKA Asal China Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi

SUARA ARAH PUBLIK, BANYUWANGITKA Asal China Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi. Proses pemulangan tenaga kerja asing (TKA) China di Bandara Banyuwangi dihebohkan dengan salah satu TKA Asal China yang mengamuk saat akan memasuki terminal Bandara. TKA tersebut enggan dipulangkan ke negeri asalnya.

Diberitakan sebelumnya, TKA Asal China yang bekerja di pabrik semen di Jember hendak dipulangkan ke Negara asalnya. Sebelumnya, mereka diberangkatkan dari Jember menggunakan 5 bus pariwisata.

Cui Changqing, Tenaga Kerja Asing (TKA) China akhirnya diamankan polisi. TKA yang bertahan dan enggan dipulangkan itu diamankan setelah melakukan perusakan fasilitas bandara, berupa satu set komputer di pintu masuk keberangkatan Bandara Banyuwangi.

Baca Juga : Luhut Menegaskan, Pemerintah Akan tetap Pakai TKA Asal China Karena Dibutuhkan

TKA Asal China Rusak Fasilitas Bandara Banyuwangi

Cui diamankan polisi sekitar pukul 19.00 WIB, Selasa (26/5/2020). Sebelumnya, aparat polisi, agen dan perusahaan melakukan negosiasi, namun kemudian TKA Asal China yang sempat sembunyi di kolong bis itu mengamuk dan merusak komputer yang ada di sekitar lokasi.

“Memang benar kita amankan TKA asal China ini. Karena merusak fasilitas bandara,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin

Polisi berkoordinasi dengan kedutaan besar China terkait diamankannya Tenaga Kerja Asing (TKA) China Cui Changqing yang telah melakukan perusakan fasilitas bandara. Penyidikan terus dilakukan saat ini di Mapolresta Banyuwangi.

“Kami bersama dengan Kantor Imigrasi Jember akan menghubungi kedutaan China. Kita berkirim surat atas warganya yang sudah kita amankan karena merusak fasilitas bandara,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin, Rabu (27/5/2020).

Baca Juga : Luhut Sempat Rayu Bupati Konawe Kery Saiful Untuk Loloskan 500 TKA Asal China

Cui Changqing, TKA yang bekerja di PT Sinoma Engineering yang bergerak di bidang pembangunan pabrik semen di Jember ini, ngambek tak mau dipulangkan ke negara asalnya. Negosiasi telah dilakukan, namun Cui malah merusak seperangkat komputer di pintu masuk keberangkatan. Cui kemudian diamankan oleh aparat kepolisian pukul 19.00 WIB, Selasa (26/5/2020) kemarin.

Sebelumnya, saat negosiasi Cui sempat meminta kepada aparat kepolisian untuk dipertemukan oleh kedubes China.

“Memang meminta, tapi kita tak memiliki wewenang dengan hal ini. Karena tidak ada tindak kriminal yang dilakukan dia. Begitu ada tindak kriminal baru kita lakukan pengamanan,” tambahnya.

Sementara untuk proses penyidikan terus dilakukan hingga saat ini. “Masih kita periksa,” pungkasnya.

Baca Juga : Mendagri Tito Karnavian ,Halal bi Halal Bersama Ribuan Praja IPDN Bukan Pelanggaran PSBB

Diberitakan sebelumnya, Cui Changqing bertahan di Bandara Banyuwangi sejak Senin (25/5/2020). TKA asal China itu tak ikut pulang bersama dengan 146 TKA lainnya ke Negara asalnya. Bahkan dia nekat bersembunyi dibawah kolong bis pariwisata yang membawanya dari Jember.

Cui Changqing berulah dengan berteriak-teriak menuntut haknya. Negosiasi alit dilakukan oleh polisi, agen pemberangkatan, perusahaan hingga penerjemah dari Banyuwangi. Namun tetap tidak membuahkan hasil.

Buntutnya, Cui Changqing melakukan pengerusakan komputer yang berada di pintu masuk pemberangkatan Bandara Banyuwangi. Saat ini, Cui Changqing diamankan di Mapolresta Banyuwangi. TKA tersebut merupakan pekerja dari perusahaan pembangunan pabrik semen di Jember, PT Sinoma Engineering.

Baca Juga : VDNI, 3000 Pekerja Lokal Terancam Batal Bekerja, Jika 500 TKA China Tidak Didatangkan

Kunjungi Page Facebook  : Suara Arah Publik

About admin

Check Also

Penusuk Wiranto Dituntut Hukuman 16 Tahun Penjara

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – Terdakwa pelaku penusukan terhadap mantan Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *