Umat Islam Dibantai di India,GNPF Ulama-PA 212 dan FPI Serukan Aksi di Kedubes India

GNPF Ulama-PA 212 dab FPI Serukan Aksi di Kedubes India
GNPF Ulama-PA 212 dab FPI Serukan Aksi di Kedubes India

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – Front Pembela Islam, GNPF Ulama dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 akan melakukan Aksi di Kedubes India di Jakarta pada Jumat, 6 Maret 2020, pekan depan, hal ini dilakukan menyusul aksi kekerasan terhadap umat Islam di India.

“Menyerukan umat Islam Indonesia untuk melakukan aksi protes ke Kedutaan Besar India di Jakarta pada hari Jumat, tanggal 6 Maret 2020,” salah satu pernyataan dalam keterangan tertulis bersama FPI, GNPF U dan PA 212, Jumat, 28 Februari 2020.

Pernyataan pers ini pun ditandatangi oleh Ketua Umum FPI Ahmad Shobri Lubis, Ketua Umum GNPF U Yusuf M Martak dan Ketua Umum PA 212 Slamet Ma’arif.


Baca Juga : PKS Minta Pemerintah Desak India Hentikan Kekerasan dan Intoleransi Terhadap Muslim di Negaranya

Ketiga organisasi ini mengutuk keras dan mengecam berbagai tindakan kekerasan dan presekusi yang dilakukan oleh kelompok Hindu radikalis ekstrimis dan penguasa India terhadap umat Islam India.

“Mendesak Pemerintah India untuk mencabut UU Kewarganegaraan yang telah digunakan oleh kelompok Hindu radikalis ekstrimis India sebagai instrumen untuk melakukan berbagai tindakan presekusi terhadap umat Islam India,” lanjut keterangan tersebut.

Selain itu, ketiganya mendesak pemerintah India untuk segera menghentikan berbagai tindakan persekusi terhadap umat Islam India.

“Mendesak pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah politik terhadap pelanggaran HAM berat yang dilakukan oleh kelompok Hindu radikalis ekstrimis dan intoleran di India,” katanya

Pemerintah India juga didesak untuk segera menangkap para pelaku persekusi termasuk di dalamnya pimpinan kelompok radikalis ekstrimis yang mensponsori berbagai tindak kekerasan.

Dalam penilaian tiga organisasi ini, kerusuhan di India bermuara dari pengesahan UU Kewarganegaraan. Aturan itu dianggap diskriminatif terhadap imigran asal Afghanistan, Bangladesh, dan Pakistan yang mayoritas muslim.

UU tersebut, tulis surat bersama tiga ormas, menjadikan kelompok radikal ekstremis Hindu India untuk melakukan tindakan persekusi terhadap umat muslim. Sebab, aturan itu mengesankan umat muslim ialah imigran ilegal di India.

Baca Juga : India Rusuh !! Masjid Ikut Dibakar dan Menewaskan 11 Orang & 150 Terluka

 

About admin

Check Also

Arief Poyuono Sebut Isu PKI Dimunculkan Oleh Kadrun, Tagar #TenggelamkanGerindra Jadi Trending

SUARA ARAH PUBLIK, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono menjadi sorotan warganet. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *